Home|Stakeholder|Forum Tanya Jawab|Publikasi|Link|Galeri|Kontak|Perpustakaan Online Disbun Jatim|Dharma Wanita Persatuan Disbun Jatim
Profil Perkembangan Perkebunan Komoditi Unggulan Layanan Publik Informasi Harga Berita & Agenda Info Bisnis
Berita & Agenda ›

Mayoritas Tembakau Petani Diserap Pabrik
Kamis, 10 Januari 2013 14:03
Tembakau dinilai masih memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur. Diperkirakan terdapat 2,7 juta atau 9 persen dari total penduduk Jawa Timur yang hidupnya baik secara langsung maupun tak langsung terkait dengan bisnis pertembakauan. Penyerapan tenaga kerja tersebut, meliputi kegiatan di tingkat budidaya (on farm) sampai pemasaran rokok ke konsumen (off farm).

Pada panen tahun ini, produksi tembakau di Jawa Timur mencatatkan pada angka 130 ribu ton, lebih tinggi dari proyeksi awal yang dicanangkan sebesar 80 ribu ton. Dari produksi sebanyak itu, Dinas Perkebunan Jawa Timur menyatakan sebagian besar tembakau petani sudah diserap oleh pabrik rokok baik skala kecil maupun besar.

Secara keseluruhan ada sekitar 850 unit pabrik rokok kecil di Jawa Timur, ditambah dengan pabrik besar yang keseluruhannya membutuhkan tembakau sebesar 80 ribu ton per tahun. Asumsinya 50 ribu ton untuk pabrik rokok besar dan 30 ribu ton pabrik rokok kecil. 

Sebelumnya sempat timbul kekhawatiran bahwa pada panen tahun ini banyak tembakau petani yang tidak bisa diserap oleh industri. Namun, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, Ir Moch Samsul Arifien MMA meyakini bahwa masih banyak pabrik rokok terutama pabrik rokok kecil di Jawa Timur saat ini masih mencari tembakau. Sehingga kekhawatiran itu tak perlu dirisaukan.

Namun, Samsul menghimbau kepada petani yang masih menimbun tembakau agar tidak menyamaratakan dengan harga pada tahun sebelumnya. Pasalnya, kualitas tembakau tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan kualitas di tahun 2011. “Yang belum terserap karena petani tidak cocok dengan harga. Petani menginginkan harga sama dengan tahun 2011. Kalau dibandingkan dengan 2011 kualitasnya beda karena cuaca mendukung. Kalau 2011 kualitasnya bagus sampai harganya berada di kisaran Rp 40 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp50 ribu per kilo gram dengan grade A,” ujarnya menanggapi masih ada petani yang menimbun tembakau dengan harapan mendapatkan harga yang tinggi.

Meski demikian, Samsul mengakui harga tembakau tahun ini masih bisa dikatakan bagus. Di Pamekasan, misalnya, harga tembakau dengan kualitas rendah berkisar antara Rp20 ribu sampai Rp 26 ribu per kilogram. Lain halnya tembakau dengan kualitas bagus, harga yang ditetapkan sebesar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu. Kondisi tersebut akan bertahan sampai sampai terjadinya panen lagi. 

“Pada bulan Desember 2012 sampai Januari 2013 harga tembakau akan naik terus. Harga akan turun pada musim panen tiba pada bulan Agustus. Pada bulan Mei biasanya petani mulai tanam,” pungkasnya.

Berita Lain

Kalender Kegiatan
« December 2014 »
Mi Se Se Ra Ka Ju Sa
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      
 
Sampaikan pertanyaan-pertanyaan Anda seputar informasi perkebunan Jawa Timur, kami akan dengan senang hati melayani Anda.
 
Luas areal tanaman perkebunan di Jawa Timur tahun 2010 secara keseluruhan mencapai 984.090 Ha, meningkat sebesar 0,32 %
 
Zona Komoditi Perkebunan
Informasi Perkebunan bagi masyarakat dan petani perkebunan di Jawa Timur pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, disajikan lengkap pada fitur Zona Komoditi Perkebunan
   
 
Home
Profil Dinas Perkebunan
Perkembangan Perkebunan
Produk Unggulan
Informasi Harga
Berita & Agenda
Info Lelang
Forum Tanya Jawab
Stakeholder
Kontak
Link
Publikasi
Dinas Perkebunan Jawa Timur
Jl. Gayung Kebonsari No. 171
Surabaya 60235 Jawa Timur Indonesia
Telp. 031 829 1990 - Fax. 031 828 1767
Website : www.disbunjatim.go.id
e-Mail : info@disbunjatim.go.id