Home|Stakeholder|Forum Tanya Jawab|Publikasi|Link|Galeri|Kontak|Perpustakaan Online Disbun Jatim|Dharma Wanita Persatuan Disbun Jatim
Profil Perkembangan Perkebunan Komoditi Unggulan Layanan Publik Informasi Harga Berita & Agenda Info Bisnis
Berita & Agenda ›

6 Bulan Lagi, Jawa Timur Panen Kakao Hasil Bibit SE
Jumat, 11 Januari 2013 10:39
Pemerintah melalui Kementerian Pertaninan mulai gencar melaksanakan program Gerakan Rehabilitasi Nasional (Gernas) kakao. Program yang mulai dilaksanakan pada tahun 2009 ini diharapkan bisa mengembangkan areal 450 ribu hektar (ha) di seluruh Indonesia selama 3 tahun sejak dilaksanakan. Namun sampai dengan tahun 2011 lalu, luas areal yang direalisasikan hanya 322.763 hektar. Selama tahun 2011, Pemerintah hanya bisa merealisasikan sekitar 158.235 hektar dengan rincian, peremajaan sekitar 40.360 ha, rehabilitasi 58.672 ha dan intensifikasi seluas 59.203 ha.

Tahun 2012 program Gernas Kakao dilakukan untuk lahan tambahan seluas 26.850 ha dengan target bisa merealisasikan 389.248 ha selama 4 tahun sejak diberlakukan. Sisanya, 66.262 ha akan dilaksanakan tahun ini.
 
Gernas kakao tahun ini lebih diefektifkan di daerah Sulawesi. Pasalnya sekitar 80 persen produksi kakao nasional bahan bakunya dihasilkan dari petani di Sulawesi yakni Sulawesi Tengah (18,33 persen), Sulawesi Selatan (17,78 persen), Sulawesi Tenggara (16,46 persen) dan Sulawesi Barat (13,72 persen).

Sementara provinsi lainnya dengan produksi antara 3-8 persen yakni di Sumatera Utara (8,28 persen), Aceh (3,32 persen), Sumatera Barat (3,79 persen) dan Lampung (3,26 persen). Sedangkan provinsi yang memproduksi 1-2 persen dari total nasional itu ada di Jawa Timur, NTT, Kaltim, Papua dan provinsi lainya.

Khusus Jawa Timur, program Gernas kakao pernah dilaksanakan pada tahun 2011. Bibit yang digunakan adalah Somatic Embryogenesis (SE) yang menghabiskan biaya cukup mahal. Satu bibit, menurut Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, Ir Samsul Arifien harganya Rp 8.500. Dibilang mahal karena bibit SE tidak dikembangkan dari biji, melainkan lewat tanamannya.  
“Kalau untuk tanaman yang ingin dibuat bibit SE harus lebat, lalu diambil daunnya, diekstrak, dan ditanam. Pasti hasilnya sama persis dengan induknya. Karena teknologinya dari Prancis, maka harganya mahal. Oleh karena anggaran kita terbatas, maka kita mengejar area  luas aja. Tahun kemarin kita dapat 100 ribu bibit SE,” jelasnya. 

Adapun wilayah yang pernah mendapatkan bantuan bibit SE dari pemerintah pusat diantaranya Madiun, Ngawi, Trenggalek, Pacitan, dan Ponorogo. Melalui penggunaan bibit ini, diharapkan hasil panen bisa lebih bagus dibandingkan dengan bibit biasa.  “Dalam waktu setengah tahun ini petani bisa memanen kakao dari hasil bibit SE. Harapannya produksinya bisa 1,5 kali lipat,” imbuhnya.

Teknologi SE adalah proses di mana sel somatik yang ditumbuhkan dalam kondisi yang terkontrol berkembang menjadi sel embriogenik yang selanjutnya setelah melewati serangkaian perubahan morfologi dan biokimia dapat menyebabkan pembentukan embrio somatik. Berbeda dengan embrio zigotik (hasil persilangan tanaman), perkembangan embrio somatik sangat mudah diamati, kondisi kultur sangat terkontrol dan dapat diperoleh embrio somatik dalam jumlah besar. Dengan demikian, SE akan memainkan peranan penting pada perbanyakan klonal kakao, karena secara genetik bersifat klonal dan secara morfologi bersifat normal.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Nestle (Nestle RD Centre) Tours, Perancis telah mengembangkan teknik kultur in vitro kakao melalui SE dengan menggunakan media padat. Teknologi tersebut telah dapat diterapkan dalam skala besar dan tanaman kakao hasil SE telah diuji lapang di Equador. Saat ini teknologi tersebut telah ditransfer ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) melalui sistem training yang telah dilakukan pada tahun 2006 - 2007 serta melalui program pendampingan teknologi dalam proses produksi bibit.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Jember, Jawa Timur lima tahun lalu pernah melakukan kerjasama dengan Prancis untuk mengembangkan bibit SE di Jawa Timur. Sehingga, pemerintah mendelegasikan tim dari Puslit KoKa Jember untuk disekolahkan di negeri tempat menara Eiffel itu. “Karena Prancis butuh tenaga dari sini, maka tenaga dari sini disekolahkan di Prancis supaya bisa mengembangkan teknologi disini,” katanya. 

Puslit Koka Indonesia di Jember, Jawa Timur tahun 2008 menyediakan sebanyak 1,6 juta bibit kakao untuk sembilan provinsi, tahun 2009 menyiapkan 20 juta lebih bibit kakao lalu tahun 2010 menjadi 25 juta bibit, tahun 2011 sebanyak 25 juta bibit, dan tahun 2012 sekitar 40 juta bibit. Sumber diolah

Berita Lain

Kalender Kegiatan
« July 2014 »
Mi Se Se Ra Ka Ju Sa
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    

    Komiditi Unggulan - Kakao

    Kakao (Theobroma cacao) merupakan komoditi strategis untuk meningkatkan pendapatan petani perkebunan.

    Komiditi Unggulan - Tebu

    Tebu (Saccharum officinarum) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan.

    Komiditi Unggulan - Kopi

    Kopi (Coffea spp. L.) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang masuk dalam katagori komoditi strategis.

    Komiditi Unggulan - Jambumete

    Jambu Mete (Anacardium Occidentale, Linn.) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan.

    Komiditi Unggulan - Kelapa

    Kelapa (Cocos nucivera L.) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan.

    Komiditi Unggulan - Tembakau

    Tembakau (Nicotiana spp. L.) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan.

 
Sampaikan pertanyaan-pertanyaan Anda seputar informasi perkebunan Jawa Timur, kami akan dengan senang hati melayani Anda.
 
Luas areal tanaman perkebunan di Jawa Timur tahun 2010 secara keseluruhan mencapai 984.090 Ha, meningkat sebesar 0,32 %
 
Zona Komoditi Perkebunan
Informasi Perkebunan bagi masyarakat dan petani perkebunan di Jawa Timur pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, disajikan lengkap pada fitur Zona Komoditi Perkebunan
   
 
Home
Profil Dinas Perkebunan
Perkembangan Perkebunan
Produk Unggulan
Informasi Harga
Berita & Agenda
Info Lelang
Forum Tanya Jawab
Stakeholder
Kontak
Link
Publikasi
Dinas Perkebunan Jawa Timur
Jl. Gayung Kebonsari No. 171
Surabaya 60235 Jawa Timur – Indonesia
Telp. 031 829 1990 - Fax. 031 828 1767
Website : www.disbunjatim.go.id
e-Mail : info@disbunjatim.go.id