Berita & Agenda ›

MENGENAL NEMATODA AKAR KOPI (Pratylenchus coffeae)
Jumat, 15 Juni 2018 15:04



Tanaman kopi merupakan salah satu komoditi unggulan Indonesia, terbukti kopi Gayo dari Aceh tercatat sebagai kopi termahal di dunia mengalahkan kopi Brazil karena aroma dan rasanya banyak diminati oleh para pecinta kopi di berbagai belahan dunia. Manfaat kopi dapat dirasakan sebagai penambah energi, menjaga mood bahkan bisa mencegah serangan jantung dan stroke, hanya jika diminum dalam kadar yang wajar. Salah satu hambatan yang dirasakan dalam budidaya kopi adalah serangan nematoda Pratylenchus coffeae yang dapat menurunkan produksi sampai 10-20% (Bertrand et al., 1997 dalam Campos dan Villain, 2005, dalam Tim CSM BGBD Universitas Lampung, 2009). Sementara di Indonesia serangan P. coffeae dilaporkan dapat menimbulkan kerugian menurunkan produksi sekitar 30-80% (Wiryadiputra, 1995 dalam Tim CSM BGBD Universitas Lampung, 2009 ). Nematoda mundul pada lahan yang pengelolaannya jelek dan tanaman mengalami kahat hara.
Nematoda adalah hewan invertebrata kecil berukuran sekitar panjang 0,15-5 mm dan lebar 2-100 µm, dengan bobot 20-60 ng. Hewan ini tidak kasat mata, bila ingin mengamatinya diperlukan alat bantu mikroskop. Pada perbesanan 100 kali di bawah mikroskop, nematoda tampak seperti belut, tidak bersegmen. Rongga tubuh nematoda tergolong rongga tubuh semu yang dilengkapi dengan berbagai organ dalam kecuali sistem pernapasan dan sistem peredaran darah. Dinding tubuh nematoda berlapis-lapis, lapisan paling luar berupa kutikula sehingga dalam perkembangan untuk menjadi dewasa ia mengalami empat kali ganti kulit.
Sebagian besar jenis nematoda parasit tumbuhan menyerang bagian akar tanaman. Mulut nematoda parasit tumbuhan dilengkapi stilet berbentuk seperti jarum. Dengan stiletnya, nematoda menusuk dan mengisap cairan sel jaringan akar. Dalam menyerang tanaman nematoda parasit tumbuhan ada yang bersifat endoparasit dan ektoparasit. Nematoda endoparasit menyerang dengan cara masuk ke dalam akar dan di dalam akar ada yang berpindah dan ada yang menetap. Nematoda ektoparasit menyerang dari luar akar, nematoda kelompok ini juga ada yang berpindah dan ada yang menetap. Nematoda lebih suka menyerang bagian ujung akar yang masih lunak. Serangan nematoda menyebabkan kerusakan pada akar tanaman. Kerusakan yang timbul dapat berupa nekrotik yaitu noktah coklat kehitaman (berukuran kecil atau agak besar) akibat jaringan akar mati. Kerusakan lain yaitu akar buntung, akar bercabang pendek tetapi banyak (tidak normal). Akar membentuk puru (seperti bintil) sering ditimbulkan oleh serangan nematoda endoparasit yang menetap, nematoda ini mengeluarkan zat pemacu pertumbuhan sehingga sel akar tumbuh tidak normal. Selain secara langsung, nematoda juga dapat membantu serangan patogen tanaman lain seperti jamur dan bakteri yang dapat menyebabkan kerusakan tanaman menjadi lebih parah. Luka yang ditimbulkan oleh serangan nematoda memudahkan jamur atau bakteri patogen masuk ke dalam jaringan akar tanaman. Selain itu, adanya nematoda di perakaran juga dapat menimbulkan kondisi lingkungan menjadi lebih cocok bagi jamur dan bakteri.
Mustika, I., 2005 mengatakan bahwa pengendalian nematoda pada tanaman kopi, sudah diarahkan pada pengendalian secara terpadu dengan menggunakan jenis atau klon kopi yang tahan, agen hayati, pestisida nabati, bahan organik, sanitasi, pergiliran tanaman, dan nematisida (Wiryadiputra, 1997a; 1997b) Jenis kopi Ekselsa (Coffea exelsa) dan Robusta (C canephora var. robusta) yang tahan terhadap nematoda P. coffeae, adalah klon kopi Ekselsa Bgn.121.09 dan klon kopi Robusta BP 961 dan BP 308 (Wiryadiputra, 1997b; Wiryadiputra dan Hulupi, 1997). Klon-klon kopi tersebut dapat digunakan sebagai batang bawah dengan batang atas kopi Robusta maupun Arabika yang memiliki arti ekonomi tinggi. Penggunaan ekstrak biji dan daun mimba, bahan organik (kulit kopi, pupuk kandang dan kompos), juga mampu menekan populasi nematoda parasit pada tanaman kopi baik di pembibitan maupun di pertanaman (Wiryadiputra,1997b). Pengendalian hayati nematoda pada tanaman kopi, saat ini masih dalam penelitian antara lain dengan menggunakan jamur mikoriza Gigaspora margarita, bakteri Pasteuria penetrans dan Paecilomyces lilacinus (Wiryadiputra, 2002). Beberapa jenis tanaman seperti rumput guatemala (Trypsacum laxum), Tagetes patula, Crotalaria anagyroides, C. striata dan C. Usaramuensis sangat efektif dalam menekan populasi nematoda parasit kopi, sehingga dapat digunakan sebagai tanaman rotasi pada bekas areal serangan nematoda. Pergiliran tanaman, dapat juga dilakukan dengan menanam tanaman bukan inang P. coffeae, antara lain tebu, kakao terutama kakao Lindak (Bulk cocoa), dan koro benguk (Mucuna sp.) (Wiryadiputra, 1997b). Berbagai jenis nematisida telah diuji keefektifannya terhadap P. coffeae baik di pembibitan maupun pada pertanaman kopi. Untuk sterilisasi media bibit, digunakan fumigan dazomet dan methamsodium. Sedangkan untuk tanaman di pembibitan dan di pertanaman, digunakan nematisida sistemik dan kontak, di antaranya adalah oksamil, karbofuran, etoprofos dan kadusafos.
Beberapa contoh pengendalian nematoda yang diterapkan petani kopi di Amerika Latin (Campos dan Villain, 2005 dalam Tim CSM BGBD universitas Lampung, 2009) adalah sebagai berikut:
1.    Eksklusi yaitu menghindarkan penyebaran nematoda dari satu daerah kedaerah lain atau dari satu lahan ke lahan lain. Penyebaran nematoda banyak terjadi melalui bibit. Oleh karena itu diupayakan tidak mendatangkan bibit dari daerah yang diketahui endemik nematoda hama pada tanaman kopi.
2.    Aplikasi nematisida. Nematisida terdiri dari nematisida fumigan dan nematisida butiran sistemik. Fumigan yang banyak digunakan adalah metil bromida (fumigan ini dalam akan dilarang penggunaannya karena dapat merusak ozon), sedangkan nematisida butiran yang banyak digunakan adalah yang berbahan aktif karbamat dan organofosfat.
3.    Grafting dan penanaman tanaman kopi yang tahan terhadap nematoda. Banyak petani yang melakukan penyambungan kopi menggunakan tanaman pokok yang tahan atau toleran terhadap serangan nematoda. Usaha lain adalah menanam tanaman kopi yang lebih tahan serangan nematoda seperti kopi robusta.
4.    Pengendalian hayati. Beberapa jenis bakteri dan jamur berperan sebagai musuh alami nematoda yaitu sebagai parasit dan predator nematoda. Aplikasi musuh alami tersebut dapat menurunkan populasi nematoda di lapangan.


DAFTAR PUSTAKA
Mustika, I., 2005, Konsepsi dan Strategi Pengendalian Nematoda Parasit Tanaman Perkebunan di Indonesia, http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id /index.php/ psp/article/download/2930/2557. diakses tanggal 15 Juni 2018
Tim CSM BDBG Universitas Lampung, 2009, Nematoda Parasit Pada Tanaman Kopi, https://www.researchgate.net/ publication/315098176_ NEMATODA PARASIT  PADA_TANAMAN_KOPI, diakses pada tanggal 15 Juni 2018

Berita Lain